Serangan siber berbasis pemindaian jaringan dan eksploitasi sistem menjadi ancaman signifikan bagi keamanan aplikasi web. Alat seperti Nmap dan Metasploit banyak digunakan oleh peretas untuk mengidentifikasi celah keamanan serta mengeksploitasi sistem target. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan Cloudflare dalam memitigasi serangan reconnaissance dan eksploitasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan melakukan simulasi serangan terhadap dua lingkungan server: satu tanpa proteksi Cloudflare dan satu dengan konfigurasi penuh layanan Cloudflare. Serangan dilakukan menggunakan teknik pemindaian port dan service enumeration dari Nmap, serta injeksi payload eksploitasi menggunakan Metasploit Framework. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Cloudflare mampu secara signifikan mengurangi keberhasilan pemindaian dan eksploitasi, dengan tingkat deteksi dan pemblokiran mencapai lebih dari 90% terhadap permintaan mencurigakan. Fitur seperti Web Application Firewall (WAF), rate limiting, dan penyembunyian IP server terbukti efektif dalam menghambat proses pengintaian serta serangan berbasis payload otomatis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Cloudflare merupakan solusi mitigasi yang efisien dalam meningkatkan ketahanan sistem web terhadap serangan berbasis Nmap dan Metasploit.
Copyrights © 2025