SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Vol 7 No 01 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak

Pendidikan Karakter Anak dalam Masyarakat Transmigran di Wilayah Berpotensi Konflik: Studi Kasus Dumoga, Bolaang Mongondow

Abdul Muis Daeng Pawero (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 May 2025

Abstract

    Pendidikan Karakter Anak dalam Masyarakat Transmigran di Wilayah Berpotensi Konflik: Studi Kasus Dumoga, Bolaang Mongondow.   Abdul Muis Daeng Pawero,1* 1 IAIN Manado, Indonesia      Abstract This study explores character education in transmigrant communities living in the Dumoga area, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. The Dumoga area often experiences tension and frequent conflicts between villages. Transmigrant communities from Java and Bali who live in the villages of Mopugad and Mopuya show high social resilience and can maintain harmony amidst conflicts that often occur around the area. This study uses a qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The main focus of the study is on how the values ​​of character education are applied in everyday life by transmigrant communities, as well as the factors that influence social harmony in an ethnically and culturally diverse environment. The results of the study show that transmigrant communities in Dumoga apply character education through an integrated approach between family, school, and community. The main values ​​taught include mutual cooperation, tolerance, discipline, and responsibility. The implementation of character education does not only occur in formal areas such as schools, but also in the family environment through parenting patterns that prioritize role models, communication, and consistency in instilling positive values. In addition, the role of community leaders, teachers, and traditional leaders is very significant in shaping the attitudes and behavior of the younger generation. Despite facing challenges such as the influence of foreign cultures and modernization that can erode traditional values, transmigrant communities are able to maintain their cultural identity through routine social and customary activities, such as mutual cooperation, cultural festivals, and religious studies. Keywords: Character Education, Transmigrants, Social Conflict, Dumoga   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendidikan karakter pada anak keluarga transmigran yang menetap di wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Wilayah Dumoga sering mengalami ketegangan dan sering terjadi konflik antar Desa. Masyarakat transmigran asal Jawa dan Bali yang tinggal di desa Mopugad dan Mopuya menunjukkan daya tahan sosial yang tinggi serta mampu menjaga kerukunan di tengah konflik yang kerap terjadi di sekitar wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Fokus utama penelitian adalah pada bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat transmigran, serta faktor-faktor yang mempengaruhi harmonisasi sosial di lingkungan yang beragam secara etnis dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat transmigran di Dumoga menerapkan pendidikan karakter melalui pendekatan yang terintegrasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas. Nilai-nilai utama yang diajarkan meliputi gotong royong, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Implementasi pendidikan karakter ini tidak hanya terjadi di ranah formal seperti sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga melalui pola asuh yang mengedepankan keteladanan, komunikasi, dan konsistensi dalam penanaman nilai-nilai positif. Selain itu, peran tokoh masyarakat, guru, dan pemimpin adat sangat signifikan dalam membentuk sikap dan perilaku generasi muda. Meskipun menghadapi tantangan seperti pengaruh budaya luar dan modernisasi yang dapat mengikis nilai-nilai tradisional, masyarakat transmigran mampu mempertahankan identitas kultural mereka melalui kegiatan sosial dan adat istiadat yang rutin dilaksanakan, seperti gotong royong, festival budaya, serta pengajian. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Transmigran, Konflik Sosial, Dumoga

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jsga

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak aims to promote scientific publication concern on Gender, Islam, and Social Inclusion, including children’s right protections in its broadest sense covering textual, historical and empirical aspects, both classical/medieval, modern and contemporary periods in ...