Publish Date
30 Nov -0001
Menhir sebagai tinggalan budaya yang erat hubungannya dengan religi, berkembang pada masa tradisi megalitik. Pesatnya tradisi pemujaan menyebabkan perhatian lebih ditujukan pada kehidupan religi, maka muncul pertanyaan, apakah sebuah masyarakat dengan system politik, ekonomi, dan budaya yang telah berkembang pesat di Wajo masih mewarisi dan menganut system religi pemujaan arwah nenek moyang yang bias dianggap sebagai system religi purba?. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan budaya megalitik di wilayah Wajo. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan survei lapangan yang kemudian diolah untuk menghasilkan hipotesa. Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak semua menhir yang ditemukan difungsikan sebagai media ritual pemujaan arwah leluhur tetapi juga difungsikan sebagai nisan dan batas wanua atau wilayah.
Copyrights © 2002