Epilepsi adalah gangguan otak kronis yang ditandai dengan adanyakejang berulang . kondisi ini dapat menyerang orang dengan usia berapa pun. grappa adalah teknik yang dapat memperpendek waktu pemindaian tanpa mengorbankan kualitas citra, membantu mengurangi ketidaknyamanan pasien dan mengatasi artefak pergerakan. Dilakukannya penelitian ini yaitu, untuk mengevaluasi secara komperatif kualitas citra MRI yang dihasilkan oleh T1 space grappa dan non grappa, dengan fokus pada identifikasi lesi pada pasien epilepsi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimental. Sampel yang digunakan terdiri dari 5 pasien pemeriksaan MRI Brain kasus epilepsi, pada masing-masing akan diterapkan grappa dan non grappa sekuen T1 Space potongan coronal. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak Radiant DICOM dan dianalisis dengan uji normalitas serta uji Paired T-Test menggunakan SPSS 25. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) untuk CNR dengan grappa > 0,05, menunjukkan bahwa data CNR terdistribusi normal. Oleh karena itu, uji beda (Paired T-Test) dilakukan, menghasilkan nilai Asymp. Sig (p-value) pada data grappa HC_GM adalah 0.003, non grappa HC_GM adalah 0,009, nilai p-value menunjukkan (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan CNR pada pemeriksaan MRI Brain sekuen T1 space potongan coronal dengan penerapan grappa dan non grappa.
Copyrights © 2025