Krisis lingkungan akibat perubahan iklim, polusi, deforestasi, dan eksploitasi sumber daya alam memerlukan strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan publik. Film dokumenter menjadi media komunikasi krisis yang mampu menyajikan informasi secara mendalam melalui narasi faktual, wawancara ahli, visual yang menggugah, serta teknik sinematik yang membangun keterlibatan emosional audiens. Penelitian ini menganalisis bagaimana film dokumenter dikemas sebagai alat komunikasi krisis serta efektivitasnya dalam membentuk kesadaran dan mendorong tindakan publik. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji film dokumenter bertema lingkungan melalui analisis konten, wawancara mendalam, dan observasi reaksi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film dokumenter memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik, sesuai dengan Teori Jarum Hipodermik, di mana media dapat langsung memengaruhi audiens. Dari perspektif teori komunikasi krisis William Benoit, film dokumenter juga berperan dalam mengkritisi narasi pihak terkait serta memberikan tekanan terhadap kebijakan yang lebih berkelanjutan. Untuk meningkatkan efektivitasnya, film dokumenter perlu menyajikan solusi konkret, memanfaatkan media digital, serta berkolaborasi dengan organisasi lingkungan dan media mainstream.
Copyrights © 2025