Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen mahasiswa FPEB UPI dalam merespons gerakan boikot produk Israel, dengan fokus pada faktor lintas agama dan kondisi keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei terhadap 70 mahasiswa aktif FPEB UPI yang belum bekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor psikologis, pribadi, dan sosial seperti persepsi, lingkungan ekonomi, dan dukungan keluarga paling memengaruhi keputusan boikot. Meskipun terdapat perbedaan motivasi antara mahasiswa Muslim dengan non-Muslim, nilai-nilai universal seperti kemanusiaan dan keadilan menjadi dasar bersama. Keterbatasan keuangan menjadi tantangan signifikan, terutama bagi mahasiswa dengan penghasilan rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika perilaku konsumen mahasiswa dalam konteks gerakan moral berbasis agama dan kemanusiaan.
Copyrights © 2025