Penelitian ini mengembangkan prototipe kendang jatilan menggunakan material daur ulang seperti banner PVC dan kantong plastik LDPE untuk menggantikan bahan tradisional seperti kayu dan kulit hewan, dengan tujuan mengurangi limbah plastik sekaligus mempertahankan fungsi akustik alat musik tersebut. Metode practice-led research diterapkan melalui proses perancangan, eksperimen, dan refleksi, di mana teknik stave dan jig digunakan untuk membentuk badan kendang dari PVC, sedangkan membran plastik dibuat menggunakan sistem press panas untuk mencapai ketebalan dan ketegangan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendang yang dibuat dari material daur ulang mampu menghasilkan kualitas suara yang baik dan berfungsi dengan baik dalam pertunjukan Jatilan, sekaligus berkontribusi pada pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Proyek ini membuktikan potensi material limbah dalam seni tradisional, mendukung konsep ekonomi sirkular, dan memainkan peran penting dalam mengintegrasikan seni, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan untuk mempromosikan pariwisata budaya yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2025