Permasalahan sampah di Kampung Braga yang mengancam kualitas air dan lingkungan serta rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, membutuhkan metode edukasi yang inovatif. Media konvensional seperti buku dan poster kurang efektif untuk menarik perhatian anak-anak, sehingga membutuhkan pendekatan baru. Penelitian ini berfokus pada peran motion graphic dalam media Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dalam mengedukasi bahaya sampah. Melalui observasi dan wawancara dengan tujuh anak dari Kampung Braga, penelitian ini menemukan bahwa motion graphic dalam media AR secara efektif meningkatkan keterlibatan pengguna dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang isu sampah dibandingkan dengan media konvensional. Pengamatan menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan ketertarikan pada visual animasi yang muncul dari gambar yang dipindai. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara, di mana ketujuh anak tersebut menyatakan bahwa mereka memahami hubungan antara objek yang diilustrasikan dengan gerakan yang ditampilkan melalui AR.
Copyrights © 2025