Film sebagai kreasi budaya merupakan media yang seringkali digunakan untuk merepresentasikan kehidupan sosial dalam masyarakat. Film Tilik merupakan sebuah film pendek yang diproduksi atas kerja sama Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengambil latar tempat di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis representasi karakteristik masyarakat Desa Terong, Bantul, Yogyakarta dalam film Tilik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi pustaka, menggunakan pisau bedah teori konotasi Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah, karakteristik masyarakat Desa Terong, Bantul, Yogyakarta terepresentasikan pada film Tilik, di antaranya yaitu, memiliki hubungan kekerabatan yang kuat, suka bersilaturahmi, suka bergosip, mobilitas masyarakat desa cenderung rendah, memiliki sifat gotong royong dan tolong menolong, memiliki rasa solidaritas yang tinggi, memiliki cukup banyak waktu luang, berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, saling menghormati berdasarkan usia dan tingkat sosial, melek akan kemajuan teknologi, dan kurangnya literasi digital. Keseluruhan tayangan pada film ini juga merepresentasikan bantahan terhadap mitos yang berkembang selama ini yang menyatakan bahwa masyarakat desa hanya lekat dengan konotasi positif saja, seperti kekeluargaan dan gotong royong, suka tolong-menolong, serta tenggang rasa, tapi juga terdapat sifat negatif di baliknya, yaitu suka bergosip, dan terdapat ketidaksetaraan.
Copyrights © 2025