Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk ke dalam daerah yang rawan terjadi bencana. Kota Pagar Alam sangat rentan terhadap bencana banjir bandang, berdasarkan DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia) dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah terjadi bencana banjir bandang sebanyak 7 kali dengan korban jiwa sebanyak 2 orang, kerusakan rumah 3 unit, dan 15 Ha sawah yang terendam.Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu kajian mitigasi terhadap bencana banjir bandang di Kota Pagar alam. Aspek terpenting dalam mitigasi bencana adalah penilaian terhadap kerentanan wilayah berpotensi rawan bencana. Dan metode yang dapat digunakan dalam pengkajiannya adalah kombinasi dari metode Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Acuan yang digunakan dalam penilaian dan pembobotannya adalah Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko. Terdapat empat parameter penilaian yaitu, parameter kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik dan kerentanan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kota Pagar Alam memiliki indeks kerentanan banjir bandang dengan kategori “kerentanan sedangâ€, dengan rata-rata nilai indeks kerentanan (0,59). Peta Indeks Kerentanan memberikan informasi berupa tingkat kerentanan masing-masing kecamatan yang tersebar di Daerah Aliran Sungai Air Betung Kota Pagar Alam parameter kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik dan kerentanan lingkungan.
Copyrights © 2024