Perkembangan industri dan teknologi yang semakin maju menyebabkan persaingan yang sangat ketat dalam dunia industri, baik manufaktur maupun jasa. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus melakukan perbaikan secara terus menerus dan menerapkan strategi yang tepat untuk menghindari pemborosan dalam proses produksi. Penelitian ini berfokus pada penerapan Waste Assessment Model (WAM) dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk meminimalisasi waste dalam proses produksi di Printex Semarang. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga jenis waste kritis, yaitu defect sebesar 30,34%, waiting sebesar 17,16%, dan Inventory sebesar 14,66%. Akar permasalahan diidentifikasi menggunakan fishbone diagram dan rekomendasi perbaikan dengan 5W+1H, setelah adanya rekomendasi perbaikan terjadi pengurangan lead time dari 17428,56 detik menjadi 11.215,6 detik.
Copyrights © 2025