Pasar Tradisional Palasari merupakan pasar yang terbilang unik karena komoditas penjualan utamanya yang berupa buku. Pasar ini sendiri sudah berdiri cukup lama, namun setelah mengalami pandemi dan digitalisasi yang membuat turunnya minat masyarakat terhadap buku fisik dan berbelanja secara fisik, fungsi lahannya menjadi kurang optimal karena penurunan vitalitas Pasar Palasari, diikuti oleh penurunan jumlah pengunjung dan penyewa kios pasar membuat masyarakat seakan lupa akan adanya Pasar Tradisional Palasari ini. Permasalahan ini juga ditambah dengan aksesibilitas dan sirkulasi Pasar Tradisional Palasari yang tergolong buruk dan minim exposure untuk pengamat dari luar. Pada rancangan kali ini, penulis berusaha untuk menyelesaikan permasalahan turunnya vitalitas Pasar Palasari lewat Revitalisasi yang dibantu oleh Force Based Framework untuk melihat kebutuhan dan merespon dari context, culture, dan needs pada kawasan Pasar Tradisional Palasari. Diiringi juga dengan melihat dan menjadikan aspek-aspek dari dimensi manusia, panca indra, dan skala sebagai acuan untuk membantu rancangan menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
Copyrights © 2024