Kota Malang merupakan salah satu kota yang banyak menjadi tempat tujuan urbanisasi, pertambahan jumlah pelajar setiap tahunnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih baik tidak sebanding dengan penyediaan fasilitas penunjang. Namun, Hal ini memunculkan beragam solusi, salah satunya adalah dengan pembangunan apartemen pelajar yang dapat menghadirkan ruang hijau pada rancangannya. Perancangan Apartemen ini menggunakan pendekatan Arsitektur Biofilik dan berdasarkan pada Arsitektur Perilaku untuk menyesuaikan dengan perubahan kebiasaan pelajar. Metode rancang yang digunakan berdasarkan pada 4 prinsip dari arsitektur biofilik. Perancangan harus memperhatikan aksesibilitas, privasi, dan keamanan dari seluruh berbagai aktivitas baik yang bersifat rutin maupun yang insidentil. Sehingga muncul rancangan fasilitas penunjang yang dapat digunakan oleh penghuni apartemen maupun pengunjung dari luar. Hunian pada rancangan membutuhkan ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna, sehingga pada rancangan terdapat 4 tipe unit hunian yang berbeda. Struktur bangunan menggunakan sistem struktur kolom dan balok serta sistem dilatasi yang membagi bangunan menjadi 4 bagian. Air hujan dimanfaatkan kembali menggunakan rain harvesting system.
Copyrights © 2024