Anak jalanan merupakan anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan. Kurangnya perhatian serta banyaknya kekerasan yang sering dialami oleh anak jalanan dapat memberikan dampak buruk pada perkembangan fisik dan psikis mereka. Berdasarkan fenomena ini, sebuah fasilitas pemberdayaan anak jalanan dirancang dengan pendekatan arsitektur perilaku dan dipandu oleh kerangka kerja force-based framework. Arsitektur yang dirancang lebih difokuskan untuk merepresentasikan karakter anak jalanan yang fleksibel dan dinamis. Fleksibilitas ini diwujudkan dalam penataan ruang yang terbuka ke berbagai sisi, bentuk massa melingkar yang saling melingkupi, serta bentuk selubung atap yang organik. Berdasarkan preferensi tersebut, material bambu menjadi salah satu alternatif material yang digunakan. Kombinasi antara struktur bambu dengan atap pelupuh diharapkan mampu menunjang fleksibilitas pada konsep rancangan fasilitas pemberdayaan anak jalanan.
Copyrights © 2024