Penelitian ini bertujuan guna menganalisa secara empiris dampak dari Pertumbuhan Penjualan, Return On Assets (ROA), dan Capital Intensity terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur di Sub Sektor Food & Beverages yang terdata di BEI pada tahun 2020 hingga 2023. Dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder. Penelitian ini memakai pendekatan purposive sampling untuk memilih 26 perusahaan sebagai objek penelitian, dengan jangka waktu pengamatan selama empat tahun. Guna menganalisa data, dimanfaatkan teknik regresi linear berganda yang diolah melalui software SPSS versi 27. Temuan kajian memperlihatkan secara parsial bahwasanya Pertumbuhan Penjualan berdampak terhadap Tax Avoidance, sebaliknya ROA dan Capital Intensity tidak berdampak Tax Avoidance. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh terhadap Tax Avoidance.Penelitian ini bertujuan guna menganalisa secara empiris dampak dari Pertumbuhan Penjualan, Return On Assets (ROA), dan Capital Intensity terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur di Sub Sektor Food & Beverages yang terdata di BEI pada tahun 2020 hingga 2023. Dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder. Penelitian ini memakai pendekatan purposive sampling untuk memilih 26 perusahaan sebagai objek penelitian, dengan jangka waktu pengamatan selama empat tahun. Guna menganalisa data, dimanfaatkan teknik regresi linear berganda yang diolah melalui software SPSS versi 27. Temuan kajian memperlihatkan secara parsial bahwasanya Pertumbuhan Penjualan berdampak terhadap Tax Avoidance, sebaliknya ROA dan Capital Intensity tidak berdampak Tax Avoidance. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh terhadap Tax Avoidance.
Copyrights © 2025