Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh capital intensity, debt covenant, dan transfer pricing terhadap tax avoidance pada perusahaan subsektor food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data berupa data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yang menghasilkan 23 perusahaan sebagai sampel selama 4 tahun berturut-turut, sehingga jumlah total observasi yang dianalisis mencapai 92 data. Analisis data dalam penelitian ini meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi (R²), analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis yang dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 27. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa capital intensity memiliki nilai signifikansi 0,869 > 0,05, artinya tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, debt covenant memiliki nilai signifikansi 0,141 > 0,05, yang berarti tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Sementara itu, transfer pricing memiliki nilai signifikansi 0,046 < 0,05, yang artinya berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Sedangkan hasil uji simultan menunjukkan bahwa capital intensity, debt covenant, dan transfer pricing memiliki nilai signifikansi 0,003 < 0,05, yang berarti secara bersama-sama ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance.
Copyrights © 2025