Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi peran BAZNAS Kota Surabaya dalam mendorong pemberdayaan umat melalui pendistribusian zakat. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Surabaya menjalankan dua pendekatan utama, yaitu zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik melalui program seperti Surabaya Cerdas, Surabaya Sehat, Surabaya Berdakwah, dan Surabaya Sigap. Sementara itu, zakat produktif diwujudkan dalam program Surabaya Berdaya yang mencakup bantuan modal usaha, alat kerja, pelatihan keterampilan, dan pengembangan kelompok usaha seperti Zakat Community Development (ZCD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program yang dijalankan BAZNAS Kota Surabaya telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Temuan ini selaras dengan teori capability approach dari Amartya Sen, yang menekankan pentingnya pemberian akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi sebagai jalan menuju kesejahteraan. Dengan kerja sama strategis antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Surabaya, termasuk pemanfaatan platform digital seperti e-Peken, peran zakat dalam pemberdayaan umat semakin optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025