Penggunaan layanan internet terus meningkat dari tahun ke tahun khususnya di Indonesia dengan jumlah pengguna internet mencapai 5,53 miliar jiwa. Internet mempunyai peranan penting dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bisnis dan hiburan. Di sektor pendidikan, internet digunakan untuk menunjang kegiatan akademik, penelitian dan administrasi. Oleh karena itu diperlukan layanan internet yang optimal dan stabil. Namun permasalahan yang sering dihadapi adalah jaringan yang lambat dan alokasi bandwidth yang tidak merata sehingga menghambat kegiatan akademik dalam mengakses informasi dan data. Manajemen bandwidth merupakan solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengendalikan dan mengelola alokasi bandwidth secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode antrian yaitu Simple Queue dan per connection queue (PCQ) dalam manajemen bandwidth. Selain itu penelitian ini juga menambahkan batasan pada layanan YouTube untuk meningkatkan kualitas jaringan. Metode penelitian yang digunakan adalah Action Research (AR), dengan tahapan meliputi diagnosis, rencana tindakan, tindakan, evaluasi dan Pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Simple Queue lebih unggul hampir di semua kondisi dibandingkan dengan metode PCQ. Namun metode PCQ memiliki kelebihan yaitu dapat membagi bandwidth secara lebih merata tanpa adanya monopoli bandwidth.
Copyrights © 2025