Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran matematika di kelas IX C SMP Negeri 1 Depapre bersama guru mata pelajaran, teridentifikasi sejumlah kendala, salah satunya adalah penggunaan metode ceramah yang bersifat teacher-centered. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab selama proses pembelajaran berlangsung. Merujuk pada temuan tersebut, penerapan model pembelajaran yang lebih interaktif dipandang sebagai alternatif solusi untuk menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis, mendorong partisipasi aktif siswa, serta mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal. Pelaksanaan program pengabdian menunjukkan dua temuan utama: pertama, keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi barisan aritmatika tergolong baik; kedua, terdapat peningkatan hasil belajar yang tercermin dari naiknya nilai rata-rata antara pretest dan posttest setelah penerapan model pembelajaran tersebut.
Copyrights © 2025