Penelitian ini membahas transformasi tradisi Jolenan yang sarat nilai pendidikan karakter tetapi mengalami pergeseran seiring waktu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk transformasi yang terjadi serta mengkaji bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi ini dapat diinternalisasikan kepada generasi muda, khususnya melalui pembelajaran di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam setiap prosesi Jolenan dapat dianalisis melalui teori Ki Hajar Dewantara serta Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (cipta, karsa, rasa). Transformasi budaya dianalisis menggunakan teori Levi-Strauss, meliputi perubahan dalam iringan musik, pertunjukan wayang, dan praktik gotong royong. Sebagai langkah internalisasi, tradisi Jolenan dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penugasan menulis teks eksposisi. Dengan bimbingan guru, kegiatan ini mampu menumbuhkan pemahaman dan kepekaan siswa terhadap nilai-nilai karakter dalam budaya lokal.
Copyrights © 2025