Kabupaten Indramayu sebagai daerah dengan pengirim PMI terbanyak di Indonesia. Terdapat keyakinan bahwa PMI asal Indramayu lebih banyak tetapi mereka tidak terdata karena menjadi PMI Non-Prosedural. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni studi kepustakaan, data yang digunakan berasalkan dari berita online, laporan tahunan dan karya tulis ilmiah. Teknik analisa data yang digunakan terbagi menjadi empat, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Keimpulan dari artikel ini adalah terdapat dua permasalahan besar yang membayang-banyangi Pemkab Indramayu, yaitu penipuan lowongan kerja dan kekerasan di tempat kerja. Kesulitan akan dialami jikalau pekerja tersebut melalui skema PMI Non-Prosedural, sedangkan mayoritas pekerja yang bermasalah adalah PMI Non-Prosedural. Perlu adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara calon PMI, PMI, PemKab Indramayu dan P3MI untuk meminimalisir permasalahan terhadap PMI.
Copyrights © 2025