Nyeri dapat menjadi salah satu kondisi yang sangat mengganggu pada beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes maupun penyakit stroke. Kelompok disabilitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit kronis dan nyeri yang berkelanjutan hingga berisiko meningkatkan angka kematian dan kecacatan yang lebih berat pada kelompok ini. Meningkatnya prevalensi penyakit kronis khususnya pada kelompok disabilitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor penyebab yang meliputi keterbatasan fisik, akses layanan kesehatan yang tidak memadai, hambatan dalam komunikasi, serta kurangnya dukungan sosial dan lingkungan. Kurangnya edukasi kesehatan, program deteksi dini dan pengelolaan resiko kesehatan yang belum optimal menjadi hambatan dalam mengendalikan angka kejadian penyakit kronis pada kelompok disabilitas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kelompok disabilitas di Kota Banda Aceh dalam menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah awal dalam pencegahan penyakit kronis melalui pendekatan yang lebih inklusif dengan pemaparan materi dan modul yang ramah disabilitas.Penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pendekatan edukasi kesehatan dan penilaian tingkat pemahaman masyarakat melalui rekapitulasi data kuesioner yang dibagikan selama kegiatan penelitian berlangsung. Hasil penelitian pada pengabdian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman tentang nyeri,namun masih ada sebagian yang kurang memahami pentingnya pemeriksaan medis. Pengabdian masyarakat yang berbasis inklusif ini menjadi strategi efektif dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat dan peningkatan kualitas hidup pada kelompok disabilitas. Kata Kunci : Disabilitas, Edukasi kesehatan, Inklusif, Nyeri, Penyakit Kronis
Copyrights © 2025