Penelitian ini membahas proses pembinaan pecandu narkoba di Ponpes Bani Syifa 1, Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Tujuannya adalah untuk mengetahui metode pembinaan yang diterapkan dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, meliputi pengurus ponpes dan pasien rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dilakukan melalui empat metode: rehabilitasi spiritual (ruqyah), tradisional (ramuan herbal), sosial (gotong-royong), dan keterampilan (pelatihan kerja). Faktor yang memengaruhi keberhasilan pembinaan meliputi faktor internal (motivasi diri), faktor lingkungan sosial, dan dukungan dari lembaga ponpes. Seluruh faktor ini saling berkontribusi dalam mendukung proses pemulihan dan membantu mantan pecandu agar kembali produktif di masyarakat.
Copyrights © 2025