Malassezia furfur memiliki kemampuan untuk hidup sebagai patogen dan menyebabkan kelainan misalnya pityriasis versicolor, dermatitis seboroik atau ketombe. Daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat dan dapat tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman ini telah digunakan secara tradisional untuk dispepsia, kelumpuhan, asma, sakit kepala, rematik, dan penyakit kulit. Penelitian sebelumnya terkait tanaman daruju didapatkan hasil bahwa ekstrak daun daruju memiliki aktivitas antifungi. Mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol daun daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) terhadap pertumbuhan Malassezia furfur dengan cara mengukur diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak tersebut. Skrining fitokimia dilakukan dengan meneteskan ekstrak daun daruju dengan reagen. Ekstrak uji dibuat dalam konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% dengan etanol sebagai pelarut. Pengujian aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dan mengukur zona hambat pertumbuhan fungi. Ekstrak etanol daun daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, fenol, steroid, dan terpenoid. Tidak terdapat zona hambat pada pertumbuhan Malassezia furfur pada semua konsentrasi ekstrak yang diuji. Ekstrak etanol daun daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap pertumbuhan Malassezia furfur.
Copyrights © 2025