Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan beberapa gejala visual dan okular seperti mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang timbul akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan pelajar dan pekerja, prevalensi CVS pun turut meningkat. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan serta menurunkan produktivitas kerja, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadiannya. Penelitian ini merupakan studi tinjauan pustaka (literature review) yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian CVS berdasarkan artikel ilmiah terbaru. Artikel diperoleh melalui penelusuran di database Google Scholar menggunakan kata kunci terkait. Kriteria inklusi meliputi desain penelitian potong lintang (cross-sectional), populasi berupa pengguna perangkat digital (pelajar, mahasiswa, atau pekerja), serta tahun publikasi antara 2020 hingga 2025. Sebanyak 15 artikel penelitian dari berbagai dunia yang memenuhi kriteria dianalisis secara kualitatif berdasarkan isi dan kesesuaian tema. Hasil kajian menunjukkan bahwa durasi paparan terhadap layar digital, pencahayaan yang tidak memadai, suhu dan kelembaban ruangan, postur kerja yang buruk, serta karakteristik individu seperti jenis kelamin dan penggunaan kacamata korektif merupakan faktor signifikan terhadap kejadian CVS. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa CVS merupakan kondisi multifaktorial yang dapat dicegah dengan pendekatan holistik, termasuk pengelolaan lingkungan kerja, penerapan prinsip ergonomi, serta edukasi mengenai perilaku kerja yang sehat.
Copyrights © 2025