Penerapan program K3 penting untuk menurunkan kecelakaan kerja dan meningkatkan kinerja perusahaan. Kelelahan kerja, terutama pada pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental tinggi seperti di workshop PT. X, menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Faktor seperti kondisi kerja berat, tugas tambahan, dan tekanan waktu dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Tingginya kelelahan kerja berisiko menurunkan performa dan meningkatkan kecelakaan, namun pemahaman terhadap faktor penyebabnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, masa kerja, dan beban kerja mental dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja workshop PT. X. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan metode cross-sectiional. Populasi penelitian mencakup seluruh pekerja workshop PT. X yang berjumlah 24 orang, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Variabel independen dalam penelitian ini mencakup usia, masa kerja, dan beban kerja mental, sedangkan variabel dependennya adalah kelelahan kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja workshop PT. X berusia 36-45 tahun, memiliki masa kerja <6 tahun, beban kerja mental rendah, dan tingkat kelelahan tinggi. Pada variabel usia (p-value = 0,003) dan beban kerja mental (p-value = 0,007) didapatkan adanya hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Sedangkan variabel masa kerja (p-value = 0,064) tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia dan beban kerja mental memiliki hubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan kelelahan kerja.
Copyrights © 2025