Antibiotik merupakan zat yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjadi terapi utama pada penyakit infeksi bakteri. Konsumen antibiotik meningkat sebanding dengan pervalensi sebaran penyakit yang tinggi. Metronidazole merupakan obat golongan tetrasiklin dan mempunyai spektrum jangkauan antimikroba yang luas dengan indikasi pada pasien infeksi saluran kemih, klamidia dan bakterial vaginosis. Senyawa tersebut, bekerja dengan cara bakteriostatik, menghambat pertumbuhan bakteri dan bakterisidal menyebabkan kematian bakteri secara inhibisi melalui mekanisme replikasi, transkripsi, translasi, sistensis peptidoglikan dan sintesis asam tetra-hidrofolat. Resistensi dapat terjadi akibat underuse obat dari dosis yang dianjurkan. Ketika pengobatan dihentikan ditengah waktu saat gejala sudah tidak dirasa namun sebenarnya bakteri belum hilang sepenuhnya, maka strain bakteri akan mereplikasi dan membentuk perisai pada lapisan peptidoglikan untuk lebih terbiasa dengan efek antimikroba yang sedang dikonsumsi. Penelitian bersifat kuantitatif dengan data sekunder dan sampel penelitian menggunakan pemeriksaan pasien sebanyak 87 sampel yang selanjutnya dilakukan uji diagnostik BV, berupa; kriteria amsel dan uji sensivitas antimikroba sistem otomatis alat Vitek-2. Didapatkan dari 87 sampel, terjadi resisten metronidazole sebanyak 18 sampel. Terdapat kejadian resistensi metronidazole sebagai terapi tahap pertama pada pasien BV berulang di RSUD Saiful Anwar Kota Malang, Jawa Timur.
Copyrights © 2025