Lalat merupakan salah satu vektor yang dapat menyebarkan berbagai penyakit, sehingga pengendalian populasi lalat sangat penting, terutama di area yang memiliki banyak aktivitas manusia, seperti bandara. Di Bandara Juanda, populasi lalat dapat berkembang pesat akibat suhu dan kelembaban yang mendukung, serta adanya sumber makanan dan tempat berkembang biak seperti sampah atau sisa makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu, kelembaban, dan pengendalian kimia terhadap kepadatan populasi lalat di lokasi tersebut. observasi lapangan dengan pengukuran suhu, kelembaban, dan pengendalian lalat menggunakan insektisida Lamda Cyhalothrin. suhu rata-rata di lokasi berkisar antara 28°C hingga 34°C dan kelembaban antara 68% hingga 71%. Meskipun penyemprotan dilakukan secara rutin pada bulan Februari, April, Juni, dan Agustus, pengendalian lalat tidak maksimal. Hal ini disebabkan oleh resistensi terhadap insektisida dan kurangnya kebersihan di lingkungan sekitar TPS yang menjadi tempat berkembang biak lalat. Pengendalian yang lebih efektif memerlukan perbaikan kebersihan lingkungan dan rotasi penggunaan insektisida. Untuk mengurangi populasi lalat secara efektif, diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, serta penggunaan insektisida yang lebih bervariasi.
Copyrights © 2025