Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak-anak di seluruh dunia, terlebih lagi di negara berkembang. Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO), sekitar 29% anak di seluruh dunia yang meninggal diakibatkan oleh diare dan pneumonia. Tingginya angka kejadian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik aspek lingkungan, kondisi status sosial demografi seperti status gizi, serta perilaku orang tua yakni pemberian ASI eksklusif. Anak yang mengalami gizi buruk atau tidak memperoleh ASI eksklusif secara optimal dapat memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan anak lain seusianya sehingga lebih rentan terhadap infeksi penyebab diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara status gizi dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi dibawah lima tahun. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan uji korelasi populasi Spearman. Data diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan rentang periode 2021 hingga 2023 yang meliputi informasi status gizi, cakupan ASI eksklusif, serta kasus diare pada balita. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian diare, dan antara pemberian ASI eksklusif dengan diare. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dan memiliki status gizi kurang dapat meningkatkan risiko diare. Temuan ini membuktikan pentingnya intervensi gizi serta edukasi secara menyeluruh kepada orang tua mengenai manfaat ASI eksklusif dalam upaya penurunan angka kejadian diare.
Copyrights © 2025