Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit gangguan autoimun yang berlangsung kronis dan berdampak luas pada kualitas hidup penderitanya. Literatur ini bertujuan mengkaji pengaruh faktor sosial terhadap kualitas hidup penderita SLE melalui telaah sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2015–2025. Studi menunjukkan bahwa faktor sosial seperti dukungan keluarga, stigma sosial, status ekonomi, dan tingkat pendidikan memiliki peran signifikan. Dukungan sosial, khususnya dari keluarga, terbukti meningkatkan aspek psikologis dan fisik penderita. Sebaliknya, stigma sosial dapat memicu diskriminasi, depresi, dan penurunan citra diri. Status ekonomi tinggi memfasilitasi akses terhadap pengobatan yang lebih baik, sedangkan pendidikan yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan kewaspadaan terhadap penyakit. Secara keseluruhan, temuan mengindikasikan bahwa faktor sosial memengaruhi kualitas hidup penderita. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tidak hanya berorientasi pada perawatan medis, tetapi juga mencakup intervensi dan edukasi kepada keluarga serta masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup penderita lupus.
Copyrights © 2025