Remaja merupakan kelompok rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, terutama akibat minimnya pengetahuan yang memadai. Riskesdas tahun 2018 mencatat bahwa 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan di Indonesia telah berhubungan seksual sebelum menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang yang dilaksanakan di SMA X kota Surabaya selama bulan April hingga Mei 2025. Sampel terdiri atas 64 siswa yang dipilih melalui teknik acak sederhana. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja (p=0,000) dan PR 9,53. Peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan reproduksi yang tepat perlu dijadikan prioritas sebagai langkah preventif terhadap perilaku seksual bebas remaja
Copyrights © 2025