Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan tren angka pernikahan di Indonesia yang diikuti dengan tren penurunan angka fertilitas. Fenomena ini juga terjadi di beberapa kota besar, salah satunya adalah Kota Surabaya. Sektor pekerjaan formal di Kota Surabaya sangat luas. Perempuan yang bekerja sebagai tenaga profesional di Kota Surabaya juga meningkat tiap tahun. Istilah independent woman semakin melekat pada pekerja perempuan. Perempuan kini memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam kariernya, yang secara perlahan menggeser peran tradisional mereka sebagai ibu rumah tangga dan istri. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat faktor sosio-demografi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan preferensi fertilitas perempuan pekerja formal di Kota Surabaya. Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam peneltian ini tidak diketahui karena fluktuasi jumlah pekerja formal perempuan dari waktu ke waktu. Sampel dihitung berdasarkan rumus Lameshow dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas terdiri dari usia, target usia menikah, pendidikan, pendapatan dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah preferensi fertilitas. Data dikumpulkan melului penyebaran kuesioner secara online melalui google form. Metode analisis menggunakan Chi-Square test. Variable usia, target usia menikah dan pendapatan berhubungan signifkan dengan preferensi fertilitas. Sementara pendidikan dan pengetahuan kesehatan reproduksi tidak berhubungan signifkan dengan preferensi fertilitas. Preferensi fertilitas tidak serta merta dianggap kuat berhubungan dengan faktor sosio-demografi dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi saja. Nilai anak menurut sosial, budaya dan agama mungkin lebih mempengaruhi. Diperlukan penelitian lanjut untuk menganalisis faktor yang lebih kuat berhubungan dengan preferensi fertilitas.
Copyrights © 2025