Konstipasi fungsional merupakan permasalahan gastrointestinal yang prevalensinya tinggi pada populasi balita Indonesia, mencapai 15,7% dan berpotensi memicu komplikasi malnutrisi serta gangguan pertumbuhan optimal. Menganalisis efektivitas teknik pijat I Love U sebagai modalitas terapi non-farmakologis untuk mengatasi konstipasi pada balita usia 1-3 tahun. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest melibatkan 30 responden balita konstipasi berusia 12-47 bulan. Pengukuran dilakukan melalui observasi palpasi abdomen, frekuensi defekasi, dan konsistensi feses menggunakan Bristol Stool Chart. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Intervensi pijat I Love U menunjukkan perbaikan signifikan pada semua parameter evaluasi. Palpasi abdomen mengalami penurunan dari 36,7% menjadi 6,7%, frekuensi defekasi meningkat dari 60% menjadi 93,3% responden dengan frekuensi optimal, dan konsistensi feses mengalami normalisasi complete pada seluruh responden. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Pijat I Love U terbukti efektif sebagai terapi alternatif konstipasi balita melalui mekanisme stimulasi neuromotor dan optimalisasi motilitas intestinal.
Copyrights © 2025