Cabai rawit memiliki sifat antioksidan namun di sisi lain memicu inflamasi yang mengatur sel makrofag untuk memproduksi sitokin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histopatologi usus halus pada tikus model inflamasi yang diinduksi cabai rawit. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan posttest only control group design. Sebanyak 20 ekor tikus wistar putih dibagi menjadi kelompok kontrol (K) dan 4 kelompok perlakuan (C45, C90, C135, dan C180). Kelompok perlakuan diberikan infusa cabai rawit masing-masing 45 mg, 90 mg, 135 mg, dan 180 mg selama 6 hari. Pada hari ke-7 terminasi, usus halus dibuat preparat histologi pewarnaan HE. Data skoring derajat perdarahan dianalisis dengan menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk, uji parametrik One Way Anova dan uji Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan adanya perdarahan epitel pada kelompok perlakuan. Perdarahan paling berat terjadi pada kelompok C135 dan perbaikan terjadi pada kelompok C180. Derajat perdarahan bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan kelompok C135 dan C180, kelompok C45 dengan kelompok C135, dan kelompok C45 dengan kelompok C180. Kesimpulan: Gambaran histopatologi mukosa usus halus berupa perdarahan epitel paling berat pada dosis infus cabai rawit 135 mg/hari dengan perbaikan mukosa pada dosis infus 180 mg/hari.
Copyrights © 2025