Mahasiswa merupakan individu dengan usia 18-25 tahun di mana kelompok ini termasuk tahapan remaja akhir yang sedang menjalani perkuliahan. Mengalami stres akademik menjadi salah satu hal yang wajar terjadi terutama pada mahasiswa. Data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diketahui bahwa bunuh diri menjadi salah satu kasus besar yang terjadi pada remaja di Indonesia dari tahun 2012-2023 dengan persentase mencapai 46,63%. Kasus bunuh diri ini terdapat peningkatan dari tahu ke tahun dan lebih banyak terjadi pada remaja akhir. Remaja sendiri memiliki dua kebutuhan secara psikologis yang perlu dipenuhi dari belongingness dan relationship. Pemenuhan kebutuhan tersebut harus mendapatkan dukungan penting dari keluarga dan juga tempat pendidikan untuk membantu menciptakan kesehatan jiwa yang baik pada remaja. Dukungan sosial menjadi faktor yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis yang didapatkan individu. Dukungan sosial memiliki peranan penting bagi individu, sehingga individu bisa merasa dihargai karena ada yang peduli, cinta, dan saying. Pentingnya kajian literatur ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui apakah dukungan sosial memiliki peranan penting dalam membantu mengatasi stres akademik yang terjadi pada mahasiswa. Metode dalam Penulisan artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review). Hal ini dilakukan dengan menelaah empat artikel ilmiah yang sudah dipublikasi antara tahun 2020 sampai 2025 yang relevan dengan topik berkaitan dengan adanya dukungan sosial terhadap pengaruhnya pada stres akademik pada mahasiswa. Kajian literatur yang dilakukan dalam penulisan artikel ini memberikan bukti bahwa terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial dengan stres akademik pada mahasiswa. Dukungan sosial dalam studi literatur mayoritas berperan sebagai mediator.
Copyrights © 2025