Pengembangan agrowisata tidak bisa lepas dari masyarakat disekitar kawasan agrowisata, karena keterlibatan dan partisipasi masyarakat merupakan kriteria utama dalam pengembangangan agrowisata yang berkelanjutan, pengembangan pariwisata yang lebih berpihak kepada masyarakat dikenal dengan istilah Community Based Tourism (CBT) yang merupakan alat untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengorganisasi dan mengelola sumberdaya melalui partisipasi masyarakat lokal (Bambang S, 2013). Potensi pariwisata di Kabupaten Sigi seharusnya dapat dioptimalkan salah satunya melalui pengembangan wisata bawang goreng berbasis masyarakat (Community Based Tourism) khusunya di Kecamatan Sigi Biromaru, upaya tersebut meliputi pembinaan masyarakat dalam mewujudkan sinergitas pariwisata dengan pertanian yang dapat menghasilkan pertumbuhan sosial, ekonomi dan organisasi masyarakat. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pengembangan usaha bawang goreng Community Based Tourism (Masyarakat) di Kabupaten Sigi. Metode analisis yang digunakan yaitu mengetahui strategi pengembangan usaha bawang goreng berbasis Community Based Tourism digunakan analisis SWOT. Hasil analisis pada penerapan prinsip-prinsip Community Based Tourism (CBT) pada agrowisata bawang goreng berbasis masyarakat di Kecamatan Sigi Biromaru dinilai baik. Hasil analisis SWOT berada pada Kuadran 1 (SO).
Copyrights © 2025