Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan biaya total, penerimaan, pendapatan, kelayakan usaha (R/C Ratio), dan titik impas (BEP) pada usahatani jagung pakan dan jagung manis di Kecamatan Basidondo dan Kecamatan Lampasio. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2024 di Desa Kayu Lompa, Galandau, dan Tinading yang dipilih secara purposive karena merupakan sentra produksi kedua komoditas tersebut. Responden berjumlah 40 orang, masing-masing 20 petani jagung pakan dan 20 petani jagung manis. Data dianalisis dengan metode analisis biaya total, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata biaya total jagung pakan sebesar Rp10.638.543,27/musim lebih rendah dibanding jagung manis sebesar Rp14.635.623,32/musim. Namun, penerimaan jagung pakan (Rp223.080.000/musim) lebih tinggi daripada jagung manis (Rp112.989.904,34/musim). Pendapatan jagung pakan mencapai Rp10.309.134,69/musim dengan R/C Ratio 1,05, BEP produksi 2.731,33 kg, dan BEP harga Rp2.731,33/kg, sedangkan pendapatan jagung manis Rp33.048.303,28/musim dengan R/C Ratio 1,41, BEP produksi 2.895,76 tongkol, dan BEP harga Rp1.015,80/tongkol. Dengan demikian, kedua usahatani dinilai layak dan menguntungkan.
Copyrights © 2025