Benih selada mempunyai vigor rendah ketika ditanam di lapang yang disebabkan karena suhu tinggi. Benih bervigor rendah menghasilkan perkecambahan yang lambat dan tidak seragam di lapang sehingga berpengaruh terhadap produksi tanaman. Untuk mengetahui vigor benih secara cepat, dibutuhkan metode uji perkecambahan yang mencerminkan performa benih di lapang. Uji Radicle Emergence (RE) digunakan untuk mendeteksi vigor benih secara cepat namun validasinya terbatas pada beberapa komoditas saja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan metode penghitungan uji RE pada benih selada serta mengetahui korelasi antara uji RE dengan uji kecepatan tumbuh benih (KCT). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri dari varietas selada (Grand Rapids, Ava Red, Red Coral, Karina) dan hari pengecambahan (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 hari). Terdapat 28 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 15 kali sehingga terdapat total 420 satuan percobaan. Variabel pengamatan penelitian merupakan persentase KCT dan RE. Perhitungan RE dilakukan menggunakan beberapa rumus dengan satuan %/etmal, %, benih/etmal, dan hari. Perhitungan RE menggunakan satuan hari dilakukan dengan pendekatan Mean Germination Time (MGT). Hasil menunjukkan bahwa evaluasi RE menggunakan hitungan %/etmal, %, dan benih/etmal dilakukan pada rentang 1-2 hari. Evaluasi RE menggunakan MGT dilakukan pada 1.2 – 3.69 hari. Metode penghitungan RE menggunakan MGT berkorelasi erat dengan KCT namun hubungannya negatif (r = -0.856, R2 = 0.7333, p<0.001), semakin tinggi KCT maka waktu munculnya radikula semakin cepat.
Copyrights © 2025