Transfusi darah salah satunya memindahkan komponen darah yang mengandung glukosa, laktat dan kalium. Selama penyimpanan sel darah mengalami perubahan metabolik seperti penurunan pH darah, hemolisis dan peningkatan kadar kalium. Salah satu komplikasi transfusi yang harus dihindari adalah adanya hiperkalemia akibat pelepasan kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kalium darah simpan dan hasil QC PRC selama penyimpanan 11 hari. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Uji analisis dilakukan uji perbedaan t-Test. Selain itu dilakukan juga kontrol kualitas darah/ quality control (QC) PRC untuk darah simpan sesuai standar. Penelitian ini menggunakan 40 sampel kantong darah segar yang didapat dari UTD PMI Kota Yogyakarta. Hasil rerata kadar kalium pada kantong darah segar adalah 4,373 ± 0,417 mmol/L (3,70-5,50) dan rerata kadar kalium pada kantong darah simpan 6 hari adalah 8,290 ± 0,275 mmol/L (7,80-8,90). Terdapat perbedaan bermakna kadar kalium antara kantong darah segar dan kantong darah simpan 6 hari (p= 0,000). Hasil QC PRC secara menyeluruh adalah 50% dimana menandakan perlunya perbaikan dalam hal proses pemisahan komponen darah.
Copyrights © 2025