Gas CO merupakan zat dengan toksisitas yang tinggi. Gas ini apabila terhirup melalui pernapasan akan berikatan dengan hemoglobin dan membentuk karboksihemoglobin (COHb). Kelebihan COHb di dalam darah berpotensi menurunkan pasokan oksigen (O2) dalam darah. Berkurangnya pasokan O2 memicu terbentuknya asam laktat yang menumpuk di otot. Hal ini berpotensi menimbulkan gejala kelelahan pada saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan kadar COHb dan kelelahan pada pekerja bengkel motor X di Desa Karangrejo, Tulungagung. Metode Hindsberg-Lang digunakan untuk menentukan kadar COHb dalam sampel darah responden. Kadar COHb rata-rata yang didapatkan yaitu 1,3%. Identifikasi tingkat kelelahan menggunakan metode Subjective Self Rating Test (SSRT). Sebanyak tiga orang mengalami kelelahan tingkat rendah dan lima orang mengalami kelelahan tingkat sedang. Pada uji Mann-Whitney didapatkan p-value (0,0512) dan uji Spearman didapatkan koefisien korelasi (0,7935) serta p-value (0,0187). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar COHb dan kelelahan pada pekerja bengkel. Kata kunci: Karbon monoksida; Karboksihemoglobin; Kelelahan
Copyrights © 2024