Anak-anak memiliki ketergantungan tinggi terhadap orang dewasa dan kemampuan kognitif yang masih berkembang, sehingga rentan mengalami kecemasan menjelang prosedur operasi. Kecemasan ini dapat menimbulkan komplikasi seperti peningkatan kebutuhan anestesi, pemulihan yang kurang optimal, serta memperpanjang masa rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pijat tangan dalam menurunkan tingkat kecemasan anak pra-operasi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 10 anak usia 8–15 tahun yang akan menjalani operasi di Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Intervensi pijat tangan dilakukan selama 10 menit menggunakan baby oil. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Visual Facial Anxiety Scale (VFAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menununjukan bahwa seluruh partisipan mengalami penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan pijat tangan. Rata-rata penurunan skor kecemasan adalah 2,7 poin pada skala VFAS, dengan rentang penurunan antara 2 hingga 4 poin. Sebanyak 50% anak mencapai kategori “tidak cemas” setelah intervensi. Pijat tangan efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak sebelum menjalani prosedur operasi. Intervensi ini mudah diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan dan berpotensi untuk diintegrasikan dalam SOP pelayanan pra-operasi.
Copyrights © 2025