Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan isu kesehatan utama di wilayah padat penduduk seperti Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan spasial dan klasterisasi kasus DBD berdasarkan kepadatan penduduk tahun 2024 di 40 kecamatan. Menggunakan desain studi ekologi dan data sekunder, analisis dilakukan dengan perangkat lunak Geoda dan QGIS melalui metode Bivariate Local Moran’s I (Analisis Korelasi Spasial) dan K-Means clustering. Hasil menunjukkan autokorelasi spasial positif antara kasus DBD dan kepadatan penduduk (Moran’s I = 0,197; p = 0,018). Kecamatan Bojonggede, Cibinong, dan Sukaraja berada dalam kuadran High-High. Klasterisasi K-Means menghasilkan empat klaster, dengan Klaster 2 mencatat rata-rata kasus DBD tertinggi meski kepadatan penduduknya tidak tinggi. Cibinong dan Sukaraja termasuk kuadran High-High dan Klaster 2, sehingga menjadi prioritas intervensi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk bukan satu-satunya faktor penyebab tingginya kasus DBD. Penelitian ini penting sebagai dasar penentuan wilayah prioritas intervensi dan penyusunan kebijakan penanggulangan DBD berbasis spasial di Kabupaten Bogor.
Copyrights © 2025