Perubahan tubuh akibat menua diistilahkan dengan proses degeneratif meliputi perubahan sistem persarafan yang berkaitan dengan kualitas tidur lansia. Stres psikologis memiliki peranan penting dalam kualitas tidur melalui sekresi hormon norepinefrin, epinefrin, dan kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya. Pengumpulan data melalui kuesioner PSS-10 untuk tingkat stres dan PSQI untuk kualitas tidur. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 29 orang. Desain penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total samping dan menggunakan analisis Pearson untuk analisis bivariat. Hasil menunjukkan Sig. (2-tailed) (p) yaitu 0,001 serta koefisien korelasi (r) 0,606 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berarti atau signifikan serta hubungan kuat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya.
Copyrights © 2025