Penelitian ini mengkaji performa aerodinamika dan kekuatan struktur bilah turbin angin yang terbuat dari kayu lokal pada kondisi angin wilayah Sumbawa, Indonesia. Pendekatan numerik digunakan dengan menerapkan Teori Blade Element Momentum (BEMT) untuk analisis aerodinamika dan Metode Elemen Hingga (FEM) untuk simulasi struktur. Airfoil S826 dipilih karena memiliki rasio gaya angkat terhadap gaya hambat (Cl/Cd) yang unggul. Bilah yang dirancang dievaluasi melalui simulasi menggunakan perangkat lunak QBlade dan SolidWorks. Hasil menunjukkan bahwa bilah mampu mencapai koefisien daya (Cp) maksimum sebesar 48% pada Tip Speed Ratio (TSR) 6–7, dengan daya keluaran maksimum 1287,5 W pada kecepatan putar 324,7 rpm. Analisis struktur menunjukkan bahwa kayu jati memiliki tegangan dan deformasi yang lebih rendah (12,41 MPa dan 29,34 mm) dibandingkan kayu mahoni (54,06 MPa dan 61,27 mm), sehingga kayu jati lebih cocok digunakan sebagai bahan bilah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan kayu jati sebagai alternatif bahan bilah turbin angin skala kecil yang efektif dari segi biaya dan layak secara struktural di wilayah tropis terpencil.
Copyrights © 2024