Mobil listrik menjadi alternatif strategis dalam mendukung transisi energi bersih. Namun, pada kendaraan listrik skala kecil seperti mobil listrik 2kW, aspek keselamatan—khususnya stabilitas saat manuver dan efektivitas pengereman—masih menjadi tantangan, terutama saat menghadapi variasi beban dan kondisi jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa manuver dan pengereman mobil listrik 2kW untuk menentukan konfigurasi yang paling aman bagi pengemudi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan dua skema pengujian: uji manuver pada lintasan zig-zag dengan kecepatan konstan 20 km/jam dan sudut belok 10°, serta uji pengereman mendadak pada lintasan lurus sepanjang 50 meter dengan kecepatan awal 40 km/jam. Variabel bebas meliputi berat pengemudi (50 kg, 65 kg, 100 kg) dan kondisi permukaan jalan (kering, basah, berbatu). Data dikumpulkan melalui pengukuran gaya sentrifugal, jarak henti, dan waktu pengereman. Hasil menunjukkan bahwa berat pengemudi 65 kg menghasilkan gaya sentrifugal optimal sebesar 1,44 N, sedangkan konfigurasi berat total 200 kg pada jalan kering memberikan jarak pengereman terpendek, yaitu 1,4 meter. Kombinasi ini terbukti paling stabil dan aman digunakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi beban dan medan jalan sangat berpengaruh terhadap dinamika kendaraan. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam desain mobil listrik yang lebih aman dan responsif. Electric cars are a strategic alternative in supporting the clean energy transition. However, in small-scale electric vehicles such as 2kW electric cars, safety aspects—especially stability during maneuvering and braking effectiveness—are still a challenge, especially when dealing with variations in load and road conditions. This study aims to evaluate the maneuvering and braking performance of a 2kW electric car to determine the safest configuration for drivers. The study was conducted experimentally with two test schemes: a maneuver test on a zig-zag track with a constant speed of 20 km/h and a turning angle of 10°, and a sudden braking test on a 50-meter straight track with an initial speed of 40 km/h. Independent variables include driver weight (50 kg, 65 kg, 100 kg) and road surface conditions (dry, wet, rocky). Data is collected through measurements of centrifugal force, stopping distance, and braking time. The results showed that a 65 kg driver weight produced an optimal centrifugal force of 1.44 N, while a total weight configuration of 200 kg on dry roads provided the shortest braking distance, which was 1.4 meters. This combination has proven to be the most stable and safe to use. This study concludes that the variation in load and road terrain has a great influence on vehicle dynamics. These findings can serve as a reference in the design of safer and more responsive electric cars
Copyrights © 2025