Tembaga (Cu) memiliki sifat toksik bagi lingkungan apabila melebihi baku mutu standar yaitu 0,02 mg/L. Bagi beberapa mikroba tembaga (Cu) merupakan logam esensial yang berguna untuk pertumbuhan mikroorganisme. Keberadaan mikroba seperti mikrofungi dapat digunakan dalam bioremediasi logam Cu dilingngkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrofungi Aspergillus dan kemampuan toleransi terhadap tembaga (Cu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental.Hasil karakteristik morfologi menemukan isolat FS1 Aspergillus niger, isolat FS2 dan FS3 merupakan Aspergillus sp. Hasil uji toleransi terhadap Cu menunjukkan kemampuan toleransi paling tinggi yaitu pada isolat FS2 (120) 200 ppm, sedangkan kemampuan toleransi paling rendah yaitu pada isolat FS3 (24) 100 ppm.
Copyrights © 2023