Transformasi digital yang dibawa oleh era Industri 4.0 telah merevolusi paradigma manajemen kinerja, khususnya di sektor teknologi yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perusahaan teknologi di kawasan tersebut menyesuaikan sistem manajemen kinerja mereka dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan kerja yang semakin dinamis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer dan karyawan di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi seperti big data, artificial intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) memberikan peluang untuk menciptakan sistem penilaian kinerja yang lebih real-time, personalisasi, dan berbasis analitik (Marr, 2018; Schwab, 2017). Namun demikian, tantangan muncul dalam bentuk kesenjangan keterampilan digital, resistensi budaya organisasi terhadap transparansi data, serta ketidakpastian dalam perumusan Key Performance Indicators (KPIs) yang adaptif (Teece, Peteraf, & Leih, 2016). Studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang transformatif dan struktur organisasi yang agile untuk memastikan sistem manajemen kinerja dapat merespons dinamika era 4.0 secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur manajemen kinerja kontemporer dan memberikan implikasi praktis bagi pengambilan keputusan strategis di perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
Copyrights © 2025