Jurnal Komunikasi Nusantara
Vol 7 No 1 (2025)

Framing Media Kompas.com dan Tempo.co Terkait Hilangnya Diagram Sirekap KPU

Silviagustin, Valentina (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2025

Abstract

The disappearance of the KPU's vote count graph resulted in negative evaluations and criticism from several Indonesian political experts. This disappearance occurred after the 2024 election and was widely covered by local media. This study aims to understand how Kompas.com and Tempo.co framed the news about the missing KPU vote count graph. The research method used is descriptive qualitative with Robert Entman's framing model applied to articles from Kompas.com and Tempo.co from March 6-13, 2024. The findings show that both media outlets criticized KPU policies by highlighting the lack of transparency, but they also provided space for KPU to offer explanations, resulting in more balanced reporting. Kompas.com focused more on the negative image of KPU as a problematic institution due to the cessation of the graph's display, while Tempo.co emphasized the overall conduct of the 2024 election. Kompas.com demonstrated a stronger bias in criticizing the KPU, whereas Tempo.co, despite headlines suggesting significant criticism, showed a more moderate bias. Abstrak Hilangnya grafik diagram perolehan suara KPU menghasilkan penilaian buruk dan kritikan dari beberapa pakar politik Indonesia. Hilangnya grafik tersebut terjadi setelah Pemilu 2024 dilangsungkan dan banyak diliput oleh media lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media Kompas.com dan Tempo.co membingkai berita tentang hilangnya grafik diagram perolehan suara KPU. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model framing Robert Entman pada media Kompas.com dan Suara.com periode 6-13 Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media mengkritisi kebijakan KPU dengan menyoroti kurangnya transparansi, namun tetap memberikan ruang bagi KPU untuk memberikan penjelasan sehingga berita ditulis bukan hanya dari sudut pandang pengkritik saja. Kompas.com lebih fokus pada citra negatif KPU sebagai lembaga yang bermasalah akibat penghentian penayangan grafik, sementara Tempo.co lebih menekankan pada penyelenggaraan Pemilu 2024 secara keseluruhan. Kompas.com menunjukkan keberpihakan yang lebih kuat dalam mengkritisi KPU. Sedangkan Tempo.co, meskipun terdapat judul berita yang menunjukkan banyak kritik, menunjukkan keberpihakan yang lebih moderat.

Copyrights © 2025