Kekerasan seksual terhadap anak merupakan masalah serius yang masih tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Cimulang, Jawa Barat. Data nasional dan lokal menunjukkan angka kekerasan seksual anak yang mengkhawatirkan, menuntut intervensi perlindungan anak yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan intervensi komunitas partisipatif untuk melaksanakan pendampingan literasi perlindungan anak yang melibatkan peran aktif komunitas ibu-ibu posyandu dan pemangku kepentingan desa. Metode yang diterapkan meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan, sosialisasi, dan pembentukan kelompok sadar perlindungan anak sebagai sarana monitoring dan advokasi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman anak dan orang tua tentang batasan tubuh serta risiko kekerasan seksual, dengan pendekatan pendidikan seksual berbasis nilai agama (Tarbiyah Jinsiyah). Pendekatan partisipatif dan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas perlindungan anak di wilayah terpencil dan mendukung pencegahan kekerasan seksual secara berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan teori intervensi komunitas dan kebijakan internasional dari organisasi seperti UNICEF dan WHO yang menegaskan pentingnya strategi multisektoral dalam menghentikan kekerasan terhadap anak
Copyrights © 2025