Radiasi ultraviolet, polusi udara, dan asap rokok dapat memicu pembentukan radikal bebas yang disebut juga Reactive Oxygen Spesies (ROS). Oleh karena itu, diperlukan senyawa antioksidan yang dapat meredam efek negatif dari radikal bebas. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan adalah madu lebah kelulut. Madu kelulut (Heterotrigona itama) asal Samarinda masih sedikit dilakukan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan madu H. itama yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah pengujian uji tabung fitokimia untuk mengetahui golongan senyawanya dan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk uji antioksidannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu H. itama mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, dan alkaloid serta nilai IC50 sebesar 44,82 ppm dimana masuk dalam kategori mengandung aktivitas antioksidan kuat. Madu H. itama tersebut memiliki potensi dikembangkan menjadi alternatif dalam menjaga daya tahan tubuh dari radikal bebas.
Copyrights © 2025